Sunday, 30 October 2016

Cerpen Sedih Tentang Cinta - Perpisahan Yang Tidak Di Inginkan

Cerpen Sedih Tentang Cinta  - cerpen adalah sebuah cerita nyata atau sebuah cerita karangan yang di buat berdasarkan pengalaman pribadi atau sebuah kisah nyata yang sering terjadi di lingkungan sekitar pengarang cerpen tersebut, dan bisa juga berdasarkan imajinasi seseorang yang di tulis menjadi sebuah cerita panjang maupun pendek seperti contohnya novel dan cerpen.

Rekomendasi : Kumpulan Kata Kata Mutiara Ucapan Perpisahan Untuk Sahabat Dan Kekasih

Tidak Perlu Berlama-Lama Berikut adalah Cerpen Singkat Yang Bercerita Mengenai Perjalanan Asmara seseorang yang Putus karna ajal. Di jamin Cerpen Berikut mengharukan sekaligus menarik.

All Men Will Eventually Die So Sincere It Was Much Better Than Sorry
ketika itu Dhia ini pindah rumah ke suatu daerah yang bernama bagan, yang tempatnya kira-kira berada di ujung indonesia berdekatan dengan Riau,dan bisa di katakan tempatnya tersebut berdampingan dengan perbatasan negara malaysia, singapore dan negara lainya.

dan kota bagan itupun terkenal sebagai  tempat penghasil ikan yang cukup besar di indonesia, karna tempatnya dekat dengan laut, dan kebanyakan propesi orang-orang di tempat tersebut ialah sebagai nelayan.

sesaat sesudah Dhia ini sampai di kota bagan, Dhia dan keluarganyapun segera menuju rumah barunya tersebut dan bersiap-siap untuk membereskan barang-barang yang di persiapkanya untuk di tempatkan  di rumah barunya nanti, ketika itu dhia ini anaknya lumayan judes atau cuekan terhadap orang sekitar.

pada waktu itu, Dhia duduk sendiri di depan pintu rumah, karna ia adalah anak baru di daerah tersebut, ia pun belum mengenal orang-orang baru di sekitarnya, apalagi mau berteman, kenal pun belum, tapi lain halnya dengan ibu Dhia orangnya mudah bergaul atau terbuka dengan orang-orang baru di sekitar rumahnya, sebut saja tetangga baru.

dan ibu Dhia ini pun orangnya cukup ramah dan baik, itulah sebabnya para tetangga barunya ini tidak segan atau tidak sungkan untuk mengenal orang baru tersebut atau ibu dhia.

semakin hari semakin lama ibu Dhiapun sudah tidak asing lagi di lingkungan daerahnya tersebut, dan para tetangganya pun tidak sungkan-sungkan membawa makanan atau mengajak ibu Dhia ini untuk makan siang bersama di teras rumah, guna menjalin silatuhrahmi yang lebik baik lagi antar tetangga.

ketika selang dari beberapa bulan mereka tinggal di daerah bagan tersebut, mereka semakin hari semakin banyak mengenal orang-orang di sekitarnya, bukan ibu Dhia saja yang mendapatkan teman baru Dhia sendiri pun sekarang sudah mempunyai tema baru, walau teman-temannya masih sedikit, tapi itu semua tidak membuat Dhia sedih atau pun bosan untuk tinggal di situ.

pada suatu hari Dhia dan teman-teman barunya bermain kejar-kejaran di depan halaman rumah, mereka pun sangat bahagia pada saat itu, walaupun mereka baru mengenal dan belum tau kepribadian masing-masing, mereka semua terlihat sangat bahagia karna suasana kecerian mereka yang penuh dengan kegembiraan.

ketika itu kebetulan Dhia yang kalah suit dalam permainan tersebut, dan mau tidak mau, ia harus mengejar teman-temanya sampai dapat, karna itulah peraturan permainan mereka, siapa yang dapat kalah, dan siapa yang mendapatkan menjadi pemenang, berhubung teman Dhia kebanyakan laki-laki, Dhia pun cukup sulit untuk mengejar mereka.

tidak lama setelah mereka bermain kejar-kejaran, waktupun tidak terasa cepat berlalu, dan hari pun mulai mendekati gelap, walaupun hari sudah mulai mendekati gelap atau sore, mereka terus saja bermain tanpa menghiraukan waktu yang hampir malam, dan Dhia pun masih saja terus berusaha  mengejar teman-temanya sampai dapat, walaupun susah untuk dapat mengejar mereka.

ketika mereka sedang kejar-kejaran, Dhia ini pun di tegur oleh salah satu tetangga laki-lakinya, yang umurnya tidak jauh beda dari mereka.

tetangganya pun berkata "oalah, heyy kalian! udah mau magrib begini masih saja main kejar-kejaran, ayolah pulang, nanti di culik lohh sama hantu, mana yang bermain ada perempuan lagi, gak takut apa nanti di culik orang''.

dan Dhia inipun membalas teguran sih tetangga tersebut dengan nada yang sedikit kesal dan muka yang sedikit jengkel, ''kenapa...!! emang gak boleh ya kami bermain di sini, tempat ini juga kan bukan tempatmu, dan kamu juga kenapa larang-larang kami untuk bermain di sini, lagian juga kamu bukan siapa-siapa kami, pakai berani melarang-larang huu!!.

''tapi untungnya sih tetangga ini orangnya penyabar dan tidak mudah emosi ataupun marah".

sih tetangga inipun kembali menegur Dhia dan teman-temanya tersebut dengan nada yang sedikit lembut dan sedikit senyuman, ''ia adik kakak tau, tapi ini udah hampir mendekati malam, nanti ibunya kalian nyariin adik semua, atau khawatir gituloh, takutnya nanti kalian kenapa-kenapa, kan adik-adik semua juga yang kasian, dan ibunya juga yang repot, kalo nanti terjadi apa-apa dengan kalian semua'', 

dan Dhia ini pun mengalah dan mulai meninggalkan tempat tersebut bersama teman-temanya, sambil memasang muka yang sedikit jengkel.

selang keesokan harinya, Dhia ini pun kembali bermain kejaar-kejaran dengan teman-temanya di tempat kemarin, dan tidak di sangka-sangka!! pas mereka baru mau memulai permainan, tanpa sengaja mereka semua bertemu lagi dengan tetangga atau laki-laki yang kemarin menasehati mereka.

''dan laki-laki atau tetangga itupun melihat mereka dan menghampiri mereka".

dengan nada yang lembut dan sedikit senyuman tetangga inipun menghampiri mereka dan menyapa ''hayy sedang bermain apa, sepertinya seru''

dengan sontak Dhia pun membalas sapaan tetangga tersebut dengan nada yang sedikit keras!!

kami lagi bermain kejar-kejaran emang kenapa mau mengusir lagi yaa, laki-laki inipun tersenyum setelah mendengar balasan dari Dhia tadi, sambil menjawab dengan senyuman.

''enggak kok dik kakak cuman mau lihat kalian bermain aja, kayak seru gitu, boleh kan kakak liat kalian bermain'' Dhia pun menjawab dengan muka yang sedikit jengkel.

 ''boleh!! tapi kamu gak boleh ikutan kami bermain, cuman boleh liat aja, karna aku belum kenal sama kamu'' laki-laki inipun menjawabnya, lagi-lagi dengan sedikit senyuman, baiklah kalau begitu''.

mereka pun mulai bermain, dan laki-laki inipun dari kejauhan terus melirik sih Dhia, entah karna suka atau jengel karna kelakuan Dhia terhadanya.

setelah mereka selesai dari bermain laki-laki inipun menghampiri mereka lagi, lalu bertanya, "rumah kalian di mana?

''Dhia pun menjawab, gak jauh kok rumah kami hanya beberapa meter dari sini emang kenapa? laki-laki inipun kembali menjawab?... "gak papa kok cuman nanya aja, dhia pun kembali menjawab?... oohh..!! gitu iyalah.

setelah dari percakapan itu merekapun pulang kerumah masing-masing, setelah sampai di rumah Dhia pun beristirahat di kamarnya, dan tidak sengaja Dhia pun mengingat sosok laki-laki tadi, entah kenapa ia mengingatnya sambil tersenyum.

dan mulai dari situlah rasa suka mulai tumbuh dari seorang perempuan yang bernama Dhia ini, walupun ia masih malu-malu untuk senyum kepada sih lelaki yang sering di jumpainya tersebut.

sama halnya dengan Dhia lelaki inipun juga mulai suka terhadap Dhia, dan tak henti-henti ia terus mengingat awal mula pertemuan mereka.

entah kenapa rasa suka itu muncul sendiri dari hati lelaki ini, padahal pertemuan pertama mereka saja sudah konflik dan berdebat, bagaimana bisa suka? itu yang di pikirkan lelaki ini.

dan keesokan harinya Dhia dan lelaki inipun bertemu kembali di tempat kemarin, dan di situ juga mereka mulai berkenalan dengan malu-malu, merekapun saling memperkenalkan masing-masing.

pada saat perkenalan itu yang paling grogi adalah sih Dhia, karna sih Dhia ini baru pertama kali suka terhadap seseorang, dan mereka pun dengan malu-malunya mengobrol dan  saling bertanya satu sama lain, dan pada saat itu juga mereka berdua mengungkapkan perasaan masing-masing.

ketika itu lelaki ini dulu yang pertama mengungkapkan perasaanya terhadap Dhia, dan iapun berkata...Dhia kamu mau gak jadi pacar kak afa...? lalu Dhia ini pun menjawab, sebenernya Dhia juga mulai suka sih ama kakak, entah kenapa perasaan ini timbul sendiri, mungkin karna sifat baik kak afa terhadap Dhia.

dan setelah berpikir beberapa menit, Dhia ini pun menerima perasaan sih afa tadi, dan pada saat itu juga mereka pun mulai berpacaran.

dari status pacaran itulah mereka mulai berani untuk saling menelponan, smsan, jalan-jalan dan mengobrol.

ketika suatun hari afa inipun mengajak Dhia ke suatu taman yang tempatnya lumayan jauh rumah mereka berdua, mereka menuju ke taman tersebut dengan menggunakan kendaraan sepeda motor, sambil membawa gitar.

karna afa ingin menyanyikan sebuah lagu untuk Dhia, pas sesampai mereka di taman tersebut, mereka pun duduk berdua di gelapnya malam, yang di terangi seberkas cahaya lampu taman.

dan sesudah beberapa menit mereka duduk di sana tanpa basa-basi afa pun mulai bernyanyi, sambil bermain gitar, dengan menyanyikan lagu favoritenya, yaitu lagu dari ''irwansyah-camelia''

di situ Dhia mulai tersenyum, karna melihat afa ini bernyanyi untuknya. dan ketika sih afa sedang bernayanyi, Dhia inipun selalu memandangi wajah sih afa, dan Dhia pun mulai berpikir.

''kenapa ya wajah kak afa pucat?.. apa karna ia sakit"

dan dengan rasa penasaranya Dhia pun bertanya kepada afa, kak kok wajah kak afa pucat banget yaa, kak afa sakit atau belum makan. lantas afa pun menjawab pertanyaan Dhia tadi sambil tersenyum...

enggak kok dik, kakak cuman sedikit gak enak badan aja, tapi gak papa kok, lalu Dhia pun kembali menjawab?... kak afa.. enakan kita pulang aja yuk, dhia takutnya kak afa kenapa-kenapa lagi.

lalu sih afa pun menjawab?... ia dik bentar lagi yaa... abis satu lagu ini aja, Dhia pun kembali menjawab dengan keadaan sedikit  cemas!!..  yaudah tapi janji lo kak abis ini kita pulang.

dan setelah mereka pulang dari tempat tersebut, mereka pun pulang kerumah masing-masing.

setelah sesampainya di rumah, Dhia pun masih cemas dengan keadaan sih afa tadi. tapi di situ Dhia masih berpikir positif terhadap apa yang terjadi kepada sih afa tadi, dan Dhia pun dengan perasaan yang  masih cemas...!! mulai memejamkan mata dan tertidur.

keesokan harinya.. Dhia pun berangkat kesekolah, dan sesampainya di sekolah. ada satu teman Dhia yang menegur Dhia dan memberi tau bahwa ada pengumuman orang meninggal di mading sekolah kita.

Dhia pun dengan rasa panik..!! segera melihat mading tersebut, dan setelah Dhia melihat pengumuman mading tersebut.. Dhia pun terkejut!! lalu menangis, karna berita yang ada di dalam mading tersebut? adalah berita pengumuman meninggalnya sih afa.

dan setelah dari kejadian itu, Dhia pun mulai berpikir...bahwa rasa cemas nya yang semalam terus mengehantuinya adalah benar, dan sekaligus pertemuan terakhir mereka di malam itu.

dan di situlah yang menyebabkan Dhia tidak mau makan, tidak mau keluar rumah, dan malahan sakit,.. karna Dhia belum percaya bahwa pengumuman yang ada di mading itu benar-benar nyata, dan juga firasat buruknya semalam tentang afa adalah benar.

dan sampai sekarang pun Dhia belum bisa melupakan sih afa tersebut...walau Dhia sudah mempunyai orang baru di hatinya, tapi hatinya masih untuk orang lama yaitu afa rianfa.

Baca Juga : Kumpulan Puisi Rindu Yang Menyentuh Hati

pada akhirnya Dhia pun dikit demi sedikit sudah bisa mengikhlaskan kepergian afa, dan supaya ia lebih bisa ikhlas lagi, akhirnya ia mempunyai kekasih baru yang telah mengisi kekosongan di hatinya selama ini. semoga Cerpen di atas bermanfaat untuk semua.

Blogger Asal Palembang Yang Senang Mempelajari Hal-Hal Baru Yang Berkaitan Dengan Bisnis Online Dan Juga Senang Dalam Berimajinasi.

Berkomentarlah dengan sopan, kritik dan Saran di perbolehkan.
Komentar Dengan Link atau Promosi Spam akan di Hapus Otomatis.
EmoticonEmoticon