Friday, 7 October 2016

Kumpulan Puisi Untuk Sahabat Sejati

Kumpulan Puisi Untuk Sahabat Sejati - kata sahabat memang tidak asing lagi di telinga semua orang. karna Kata Sahabat sendiri bisa di artikan sebagai seseorang yang selalu ada di samping kita di keadaan apapun. entah itu lagi dalam masa-masa sulit atau lagi dalam keadaan gembira, karna itulah pengertian dari Kata Sahabat sesungguhnya. Tapi inilah Hidup, semua hal bisa saja terjadi, yang dahulunya sahabat itu adalah satu-satunya tempat bersandar diri dan tempat mencurahkan keluh kesa. sekarang hanya sekedar tempat kenangan saja.

Semua orang bisa saja menjadi baik ketika kita selalu ada di kala ia kesusahan, Tapi walau begitu semua orang juga bisa menjadi Lupa dan tidak mengehiraukan ketika kita yang mengalami hal tersebut. Karna inilah yang di namakan hidup, Jatuh bangun dan di lupakan itu sudah biasa.

Tapi walaupun begitu hidup ini juga butuh yang namanya masa depan, jadi biarkanlah semua orang melupakan dirimu yang sudah tidak punya apa-apa ini, yang terpenting itu jangan pernah lupakan bahwa dirimu masih mempunyai Tuhan yang akan senantiasa membantumu di dalam keadaan apapun, Karna Tuhan itu Tau apa yang Buruk dan terbaik untukmu. mungkin saja orang yang terbaik di matamu, itu adalah orang terburuk di hatimu, dan sebaliknya. karna kita tidak pernah tau apa Rencana Tuhan selanjutnya?.

Rekomendasi : Kumpulan Puisi Persahabatan Paling inspiratif

Tidak Perlu Berlama-lama Berikut adalah Kumpulan Puisi Untuk Sahabat Sejati. Semoga Puisi ini mampu memberi ketenangan Bagi kita semua.

KUMPULAN PUISI UNTUK SAHABAT SEJATI
True Friend is One Who is Always There For Us in Any Circumstances
SEPI BUKAN UNTUKKU...
Sahabat....
tidakkah kau tahu....
aku terlalu sunyi...
perasaan ini begitu menyiksakan..
bertemankan sepi dan hening malam...
berjauhan denganmu bukan kehendakku....

tidakkah kau tahu....
teriakku memanggilmu..
kesepian ini membuat aku pilu..
betapa aku merinduimu..
ingin mendengar suaramu walau sekejap...
cuma cukup mengobati laraku..

saat terbenam matahari..
hingga terbit fajar..
perasaanku tidak puas...
mimpi indahku tak datang..
resah dan gelisah membalut hiba...
aku tak dapat tidur..
seperti mereka yang kedamaian..

sepi itu indah...
tapi bukan untukku...
karena senyap sunyi itulah...
telah membunuhku...
telah membunuhku...
telah membunuhku...

kini sepi tak lagi untukku
karena memang sepi bukan untukku
fajar merekah
beri kilau kedamaian jiwa

terulur tangan nan kekar
menuntun dalam bimbang
tuk keluar dari sepiku
karena memang sepi bukan untukku...

DOA UNTUK KASIH DAN SAHABATKU
Kereguk segelas jeruk hangat
berharap menghilangkan penat
Ah...rasa masam dan manis yang bersatu
dapat sejenak membuatku melupakan waktu

kekasihku....
dialah nafasku
sahabatku...
merekalah ragaku

Tuhan ...
dia wanita yang tertanam rusukku
dengan nafasnya aku hidup
dengan mata hatinya aku melihat dunia
tolong satukan kami selamanya
seperti bulan dan bintang
seperti Adam dan Hawa
biarkan kisah cinta kami kekal abadi

Tuhan....
dia yang mengisi hariku
mendengarkan keluh kesahku
kami saling berbagi cerita suka dan duka
kami saling menopang dan memberikan
semangat dalam berbagai cobaan hidup
biarkan persahabatan kami kekal abadi

Tuhan....
janganlah pisahkan aku dari kasihku dan
sahabatku
karena kasihku...
adalah nafasku
karena sahabatku....
adalah ragaku

UNTUKMU TEMAN
Langit hitam berbenang merah bersulam darah
Halilintar bergetar menebarkan tebaran getar
lautan berbingkai bangkai melukis mati
bumi berajah api membakar hati
Hutan berimba cahaya menyilaukan rasa
semesta berbicara berakhirlah dunia
Halilintar menyambar melontarkan kabar berlontar mati
darah melambai-lambai di atas periuk berduri
jiwa berumbai-rumbai dalam dekapan mimpi
rongga api di hentakan ke dasar bumi

kepakan gagak berapi suci
meniadakan nafas yang telah pergi

sinar seperti bayangan bulan mengelegar membuka
pintu kematian
sayatan pedang berduri tajam di tarik pelan
nafas telah panas sudah saatnya pergi
kembali ke dalam pusaran cahaya remang
selamat jalan

KENAPA DIAM SAHABAT
Mengapa kau diam sahabat?
aku diam karena aku tidak ingin bicara
aku menikmati suasana hening
karena hening dapat memberikan nuansa

tidak kah kau lihat mereka berbicara sahabat? kenapa kau
memilih selalu diam aku bukan mereka, aku tidak suka banyak
bicara itu menunjukan mereka tidak mempunyai makna
tidak kah kau sakit atau marah atas ulah mereka sahabat?
marah? kenapa harus marah... aku hanya tertawa
lihatlah mereka, badut-badut panggung melakonkan drama
itulah kwalitas mereka yang tak bijaksana
bukan kah diam tak menyelesaikan masalah sahabat?
kamu salah, diam menjawab dengan seribu bahasa
apakah kau tidak lihat congor mereka berbusa
dengan kata-kata yang hanya sebuah bisa

lalu apa yang akan kau lakukan sahabat?
aku hanya akan melihat dan terus tertawa
melihat ocean badut-badut panggung itu di sana
tidak kah kau terhindar oleh mereka

kau betul sahabatku yang sangat kucinta
memang dengan banyak berbicara kita terlihat merana
dengan diam kita bisa memaknai yang ada
kau memang sahabatku yang bijaksana

KURAYAPI SEKUJUR KESEPIANKU
Kurayapi sekujur kesepianku
mengundang angan dan sengat kumbang
mata bintang yang diam dan berkelesatan
menyuguhi harapan di semesta lenggang

sampai kasih dan ingin terbentang
membujuk pengembara nerakah
yang tenggelam di bawah kubang resah
menanti dara cantik yang telah datang

membujuk arah pengembara merambah
terus mewangi aroma bunga cinta sampai ujung hari
membangkitkan gairah sanga pencinta dalam darah
yang menentangkan kesenyapan sendiri

ku temukan perempuanku
dalam batas asa ku mengagumi sosok diri membaui
dan membenamkan dua serpihan bintang
yang memancarkan pesona terang

ia selalu memintaku melukiskan kisah yang ada
atas cinta terperi di dinding-dinding hati
kami hanyalah sepasang pecinta mengharap sejati
bersama berkelana dari waktu-kewaktu menjaga setia

KAWAN SEJATI
Angin syahdu mendendang senandung merdu
bait demi bait terlantun,
mekarkan kembang hidupkan tama.

ini kisah gembira, tentang kembalinya
sang bayu nan teduh;
sang kawan sejati,
sang teman sehati,
kala menatap cinta.

dinda, mengapa pergi demikian lama?
tak tahukah engkau rindu telah menggunung?

kini engkau kembali, wahai putri jelita
kini kerinduan telah terobati,
berganti gejolak yang tak kalah merisaukan;
penantian akan senyum yang kau tebar,
senyum termanis dari jiwa yang indah.

dan, tanganpun terulur sambut semerbak kembang setaman;
"mari dinda, warnai samudra dengan goresan pena."

Baca Juga : Kumpulan Puisi Rindu Yang Menyentuh Hati

Mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan tentang Kumpulan Puisi Untuk Sahabat Sejati, semoga bisa menginspirasi kita semua untuk menjadi insan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. semoga bermanfaat.

Blogger Asal Palembang Yang Senang Mempelajari Hal-Hal Baru Yang Berkaitan Dengan Bisnis Online Dan Juga Senang Dalam Berimajinasi.

Berkomentarlah dengan sopan, kritik dan Saran di perbolehkan.
Komentar Dengan Link atau Promosi Spam akan di Hapus Otomatis.
EmoticonEmoticon